Skip to main content

Pengen Doa Cepat Terkabul? Cobain Cara Cespleng Ini....

Terkabul tidaknya doa, baik sesuai keinginan atau berbeda sama sekali, dipengaruhi banyak faktor. Di antara faktor-faktornya adalah banyaknya dosa, besarnya hajat sehingga membutuhkan waktu untuk “diproses”, potensi kemaksiatan apabila doa dikabulkan Allah, dan pengabulan dalam bentuk lain yang lebih baik.

Apapun itu, terkadang kita sebagai manusia, apalagi jika kebutuhannya sudah mendesak, menafsirkan pengabulan doa sama dengan sesuai 100 persen dengan apa yang kita minta.

Kita memperlakukan Allah SWT sebagai “bawahan” kita, yang kalau kita “perintahkan” sesuatu harus segera dilaksanakan. Kita lupa bahwa kita ini adalah hamba, yang Allah sama sekali tidak butuh kita, justru kitalah yang butuh sama Allah.

"Hai manusia, kamulah yang amat butuh kepada Allah, dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Kadang kita memperlakukan doa seperti lampu ajaib yang diusap-usap, keluar jin, lalu tinggal bilang 3 permintaan. Sungguh adab kita saja sudah salah dalam berdoa, pantaslah jika doa kita belum dikabulkan sama Allah SWT.

Lalu bagaimana jika kita sudah memenuhi prasyarat-prasyarat doa, adab berdoa, kondisi hati yang hadir saat berdoa, namun belum juga dikabulkan Allah SWT?

Nah, cobalah cara cespleng ini. Dijamin lebih cepat terkabulnya. Apa itu?

Mendoakan orang lain.

Ya, mendoakan orang lain.

Lho ngapain ngedoain orang lain kalau kita sendiri belum dikabulin doanya?

Justru di sinilah kuncinya. Islam selalu mengajarkan kita untuk berpikir dengan logika terbalik untuk menyelesaikan berbagai masalah kita.

Sebagai contoh, saat kita lagi ngga punya uang, Allah malah nyuruh kita bersedekah.

Dan barangsiapa yang sedang disempitkan rezekinya, maka hendaknya ia menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan padanya” (Q.S. At-Thalaq : 7).

Saat kita butuh pertolongan Allah, malah kita dulu yang disuruh “menolong” Allah.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Pengen Allah mengampuni semua kesalahan-kesalahan kita,  maafkan dulu kesalahan orang lain pada kita.

“……dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur : 22)

Dan ingin doa kita dikabulkan oleh Allah, doakan dulu orang lain sesuai dengan hajat kita.

"Doa seorang Muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di atas kepala orang itu ada malaikat yang mencatatnya (malakun muwakkal). Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat tersebut mengucapkan amin (semoga Allah mengabulkan) dan untukmu juga seperti itu." (HR Muslim)

Menurut Syekh Abdullah Ju'aitsan dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari, dengan mendoakan kebaikan bagi saudara kita, berarti kita telah berbuat baik kepada diri kita sendiri dan saudara kita. Karena doa kita bagi saudara kita merupakan salah satu sebab terkabulnya doa kita.

Apa hajat kita? Melunasin hutang? Doakan dulu orang lain yang punya hutang supaya mereka diberikan rezeki oleh Allah SWT untuk melunasi hutang-hutangnya.

Sembuh dari penyakit? Doakan dulu orang lain yang lagi sakit supaya mereka segera sembuh. Kalau perlu, datang ke rumah sakit-rumah sakit. Bukan untuk berobat, tapi khusus mendoakan orang-orang yang sedang dirawat di sana. Sebutkan nama mereka satu-satu kemudian doakan kesembuhan mereka. Kalau perlu ditargetkan, dalam 1 rumah sakit setidaknya ada 100 orang yang kita doakan.

Pengen punya pekerjaan? Doakan teman kita yang lagi jobless. Pengalaman pribadi saya, waktu masih nganggur, saya doakan sahabat saya untuk segera dapat pekerjaan. Alhamdulillah, saya mendapat pekerjaan lebih dulu dibanding sahabat saya tersebut.

Kebelet nikah? Doakan teman kita yang masih jadi jomblowan jomblowati. Bantu mereka mendapatkan jodoh terbaiknya. Insya Allah, nanti yang menikah duluan bisa jadi Anda.

Ingin bisnis tumbuh besar? Doakan bisnis orang lain supaya tumbuh besar.

Ingin punya anak? Doakan pasutri lain supaya cepat punya anak.

Ingin dapat beasiswa ke luar negeri? Doakan mahasiswa lain supaya bisa dapat beasiswa kuliah di luar negeri.

Ingin umroh? Doakan orang lain diberikan rezeki untuk umroh.

Ingin naik haji? Doakan orang lain supaya bisa naik haji.

Ingin punya rumah? Doakan orang lain supaya punya rumah.

Ingin punya mobil? Doakan orang lain dapat rezeki buat beli mobil.

Dan ingat, doanya harus ikhlas, jangan modus. Tulus benar-benar agar orang lain bisa tercapai hajatnya.

Maka jangan heran, kalau doa kita bisa lebih cepat terkabul. Sebab kita pakai cara cespleng.

Comments

Popular posts from this blog

Militansi Tanpa Literasi

Saat umat Islam di Indonesia dipertontonkan dengan berbagai episode-episode kezaliman yang dilakukan para penguasa, mulai dari kriminalisasi ulama, ketiimpangan hukum, pemberitaan yang tidak seimbang, celaan para buzzer, fitnah dan sebagainya, maka ghiroh umat untuk membela agamanya meningkat. Tidak saja bagi mereka yang orang santri, bahkan mereka yang “Islam KTP” pun bangkit melawan oleh apa yang mereka sebut sebagai kezaliman. Di sinilah timbul masalah baru: militansi yang tidak diiringi literasi. Muncul postingan di grup-grup WA yang menggambarkan keburukan penguasa, atau sesuatu yang menambah keimanan orang yang membaca. Di- sharing tanpa disaring. Tersebar ke berbagai media sosial. Dibaca oleh jutaan orang, walau kebenarannya belum tentu akurat. Ingat kasus foto jenazah laskar FPI yang ditembak mati aparat dalam kondisi senyum? Setelah tersebar kemana-mana, pemilik wajah asli foto itu ternyata masih hidup, dan memang orangnya murah senyum. Dengan sedikit sentuhan Photoshop

Rezeki Segini-Gini Aja? Mungkin Karena Ibadahmu yang Segitu-Gitu Aja…

Pernah ngga kita nyoba ngukur berapa besar rezeki kita dengan amalan ibadah yang kita lakukan sekarang? Karena rezeki itu luas, ada uang, kesehatan, kebahagiaan, keharmonisan, ilmu, hidayah dan sebagainya, maka untuk mempermudah kita sempitikan dulu istilah rezeki hanya di “uang” saja. Tentu, tanpa mengabaikan rezeki-rezeki lainnya yang sudah Allah berikan pada kita. Banyak orang yang ngeluh kenapa penghasilannya segitu-gitu aja tanpa mau intropeksi diri dengan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Mereka lupa, bahwa rezeki berbanding lurus dengan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Solusi sejalan dengan seberapa sungguh-sungguhnya kita untuk tetap bertakwa kepada Allah. Ada pedagang yang jualan hariannya nggak pernah mencapai target, karena sholat wajibnya aja suka di akhir waktu. Ada karyawan yang bertahun-tahun kerja ngga pernah naik gaji dan dipromosikan, karena ibadahnya saja di sisa waktu kerja. Mari kita bermain itung-itungan sedikit. Katakanlah, setiap sholat wajib kita selalu t

Akhlak Saat Ibadah Haji

Saat saya menunaikan ibadah haji tahun 2002 yang lalu, banyak pelajaran yang saya ambil baik sebelum maupun selama berada di tanah suci. Sebagaimana calon jamaah pada umumnya, porsi pelatihan setiap hari Minggu selama tiga bulan sebelum berangkat adalah tata cara pelaksanaan, termasuk di dalamnya rukun haji, doa-doa yang dibaca, cara melempar jumroh, apa yang harus dibaca saat wukuf dan sebagainya. Hanya sedikit pembahasan tentang akhlakul karimah sebagai materi yang sangat penting untuk disampaikan. Dampak dari materi yang “kering” dari ruhiyah itu pun mulai terasa saat jamaah yang akan berangkat ke tanah suci ditempatkan di maktab Bekasi. “Perebutan” tempat tidur adalah salah satunya. Ketika seorang jamaah yang sudah “booking” tempat tidur dengan cara meletakkan barangnya di atas kasur dan pergi ke toilet, begitu dia kembali tempat tidurnya sudah ditiduri oleh jamaah lain dengan posisi barangnya diletakkan di sebelah. Demi menghindari percekcokan, jamaah yang “dikudeta” itu pun men